Senin, 09 Juli 2012

Yukina Life


Halo namaku Yukina aku biasa dipanggil Yuki.Kejadian ini berawal sejak aku sedang ingin menjenguk temanku yang sedang sakit.Saat menyebrang tiba-tiba ada truk berkecepatan tinggi yang menabrakku.Aku tidak tahu lagi apa yang terjadi.Aku lupa semuanya.Sebenarnya, aku menderita amnesia, aku tidak tau namaku siapa, tapi kata teman-teman namaku Yuki dan aku pernah mengalami kecelakaan.Sekarang, aku mengalami buta mata sebelah kanan.Kini aku hanya tinggal dengan kembaranku saja yang bernama Yukari.Katanya, Ibu dan ayah meninggal saat kami berumur 10 tahun.Sekarang, aku tidak bersekolah.Hidup kami berkecukupan, itu karena Yuka yang jenius sudah punya pekerjaan yaitu wartawan.

“Yuki, ayo kesini aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu.Itupun kalau kamu masih ingat” Yuka memanggilku
“Baunya sedap sekali!” Jawabku
“Tentu saja. Ini adalah udang tepung saos asam manis!”
“Yuka, kau sangat pandai memasak!” Pujiku

                Yuka berangkat kerja jam 8 pagi.Sementara Yuka kerja, biasanya aku di rumah mengurus rumah.Aku selalu ingin memberi Yuka kejutan dengan uangku sendiri, tapi bagaimana lagi, aku tidak bisa bekerja.Biasanya, sepulang Yuka kerja, dia mengajariku bermain piano.Berkatnya, aku sudah bisa bermain piano dengan lancar.Setiap hari, aku hanya diam di rumah sambil memainkan piano kesayanganku.Saat sedang bermain piano tiba-tiba telfon berbunyi.Aku segera mengangkatnya.

“Halo, Yukina disini”
“Selamat siang, apakah saudari Yukina mempunyai kakak?”
“Ya, kakak saya Yukari, ada apa?”
“Begini, saudari Yukari tertabrak Truk besar saat sedang membantu seorang nenek menyebrang”
“APA! Baiklah, ini dari rumah sakit apa, saya akan segera datang”
“Segeralah datang ke Rumah Sakit Cramilson”

                Telfon segera ku tutup.Aku segera memakai jaket dan berlari menuju rumah sakit itu.Sesampainya, aku segera dituntun menuju ruangan 147.Terlihat Yuka sedang tersenyum kepadaku. Terlihat sangat lemas.Dokter segera menghampiriku.

“Kami sudah berusaha, dik”
“Maksud anda?”
“Tak lama lagi, saudari Yukari akan meninggalkan dunia ini”
“Tidak mungkin!”

                Air mataku bercucuran dari mataku.Aku segera menghampiri Yuka.Dia berusaha keras untuk mengangkat tangannya dan menghapus air mataku.Kupegang tangannya.Terasa sangat dingin.Muka Yuka sudah sangat pucat, tetapi dia tetap tersenyum.

“Yuki…. Jangan lupakan aku”
“Yuka, apa maksudmu tentu saja aku tidak akan melupakan Yuka”
“Yuki, aku minta maaf”
“Yuka tidak perlu minta maaf”
“Yuka sudah tidak bisa menemanimu ….”

                Kata-kata Yuka terhenti.Tangannya yang kupegang melemas, matanya menutup perlahan-lahan dan senyumnya mulai menghilang.Aku tidak percaya ini semua, Yuka telah meninggalkan dunia ini.Aku tidak akan menangis lagi.Aku tidak mau Yuka sedih, aku tidak mau Yuka merasa bersalah.Dokter menenangkanku.Aku langsung berjalan menuju rumah.Sepi, hening, tidak ada lagi canda dan tawa.Aku terpaksa menjalani hidup sendirian.Esoknya, aku memasak makanan sendiri, hanya telur dan nasi.Aku mulai mencari kerja.Seharian itu, aku tidak mendapatkan hasil.Setiap hari aku menawarkan berbagai kemampuanku, tetapi tidak juga berhasil.Lima hari kemudian, aku diterima di studio Valencia karena bakatku bermain piano.Aku diuji berbagai macam tes agar aku menjadi pianis terkenal.Sampai pada tes terakhir.Aku disuruh untuk menandingi Hikawa pianis yang sedang naik daun.Akhirnya, setelah lama diuji aku bisa menjadi seorang pianis.Aku dikenal semua orang.Kehidupanku sangat mewah.Aku punya seorang koki rumah dan pembantu.Ini semua berkat Yuka yang telah mengajariku Piano.Sekarang, yang aku ingin ucapkan hanyalah “Terimakasih Yuka, tanpamu aku tidak bisa melakukan apapun.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar